Irvan Delarocha


Tujuan Intruksional Umum: 

Mahasiswa dapat memahami dan menghayati kenyataan2 yg disebabkan oleh adanya pertentangan sosial, mengetahui faktor2 yg dapat menyebabkan pertentangan sosial, mengkaji pertentangan yang dapat menimbulkan ketegangan sosia, memahami dan menghayati adanya berbagai golongan yg berbeda-beda, bersamaan dengan integrasi sosial, mengkaji masalah integrasi sosial

1.       Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan kepentingan
2.       Mahasiswa dapat menjelaskan tentang diskriminasi dan ethosentris
3.       Mahasiswa dapat menjelaskan pertentangan dan ketegangan dalam masyarakat
4.       Mahasiswa dapat menyebutkan golongan2 yg berbeda dan integrasi sosial
5.       Mahasiswa dapat menjelaskan tentang integrasi nasional


1.       PERBEDAAN KEPENTINGAN

Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri, jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka ia akan merasakan kepuasan dan sebaliknya kegagalan dalam memenuhi kepentingan akan menimbilkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.
Dengan berpegang prinsip bahwa tingkah laku individu merupakan cara atau alat dalam memenuhi kebutuhannya, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu dalam masyarakat pada hakikatnya merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut. Oleh karena individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohani, maka dengan sendirinya timbul perbedaan individu dalam hal kepentingannya. Perbedaan kepentingan itu antara lain berupa :

1.    Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang
2.    Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri
3.    Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama
4.    Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi
5.    Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain
6.    Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan di dalam kelompoknya
7.    Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri
8.    Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri

Perbedaan kepentingan ini tidak secara langsung menyebabkan terjadinya konflik tetapi mengenal beberapa fase yaitu:


1.    fase disorganisasi yang terjadi karena kesalahpahaman.
2.    fase dis-integrasi yaitu pernyataan tidak setuju.
fase dis-integrasi ini memiliki tahapan (Menurut Walter W. Martin dkk):
·     Ketidaksepahaman anggota kelompok tentang tujuan yang dicapai.
·     Norma sosial tidak membantu dalam mencapai tujuan yang disepakati.
·     Norma yang telah dihayati bertentangan satu sama lain.
·     Sanksi sudah menjadi lemah
·     Tindakan anggota masyarakat sudah bertentangan dengan norma kelompok.

2.       PRASANGKA,  DISKRIMINASI, DAN ETHNOSENTRISME

1.       Prasangka dan Diskriminasi

adalah dua hal yang ada relevansinya. Kedua tindakan tersebut dapat merugikan pertumbuh-kembangan dan bahkan integrasi masyarakat. Prasangka memiliki dasar pribadi, dimana setiap orang memilikinya sejak masih kecil, unsur sikap bermusuhan sudah nampak. Suatu hal yang saling berkaitan, apabila individu mempunyai prasangka dan biasanya bersifat diskriminatif terhadap ras yang diprasangkanya. Tetapi yang bersikap diskriminatif tanpa didasari prasangka. "Perbedaan pokok antara prasangka dan diskriminatif adalah bahwa prasangka menunjukkan pada aspek sikap sedangkan diskriminatif pada tindakan." Menurut pendapat Morgan (1966) sikap adalah kecenderungan untuk berespon baik secara positif dan negatif terhadap seseorang, objek atau situasi. Jadi prasangka merupakan kecenderungan yang tidak tampak, aksi yang bersifat realistis, sedangkan prasangka tidak diketahui oleh individu masing-masing. Prasangka ini sebagian bersifat apriori atau tidak berdasarkan pengalaman sendiri, tergesa-gesa, berdasar generalisasi yang terlampau cepat dan berat sebelah.

2.       Perbedaan Prasangka dan Diskriminasi

Tak sedikit orang yang mudah berprasangka, namun banyak pula yang sukar untuk berprasangka. Tampaknya kepribadian dan intelegensia, serta faktor lingkungan cukup berkaitan dengan munculnya prasangka. Antara prasangka dan diskriminasi dapat dibedakan dengan prasangka bersumber dari suatu sikap, diskriminasi menunjuk kepada tindakan.

3.       Sebab-sebab timbulnya Prasangka dan Diskriminasi

·     Latar belakang sejarah
·     Dilatar belakangi oleh perkembangan Sosio-Kultural dan Situasional
·     Bersumber dari faktor kepribadian
·     Perbedaan keyakinan, kepercayaan, dan Agama

4.       Usaha mengurangi / menghilangkan Prasangka dan Diskriminasi

·     Perbaikan kondisi Sosial Ekonomi
·     Perluasan kesempatan belajar
·     Sikap terbuka dan sikap lapang

5.       Ethnosentrisme

adalah anggapan suatu bangsa / ras yang cenderung menganggap kebudayaan mereka sebagai suatu yang prima, riil, logis sesuai dengan kodrat alam dan beranggapan bahwa bangsa / ras lain kurang baik dimata mereka. Akibat ethnosentrisme adalah penampilan ethnosentrik yang dapat menjadi penyebab utama kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Ethnosentrisme dapat dianggap sebagai sikap dasar ideologi chauvinis yang melahirkan chauvinisme yaitu merasa diri superior, lebih unggul dari bangsa-bangsa lain dan memandang bangsa lain adalah inferior, nista, rendah, bodoh, dll. Chauvinisme pernah dianut oleh orang-orang Jerman pada masa Nazi Hitler.

3.       PERTENTANGAN-PERTENTANGAN SOSIAL/KETEGANGAN DALAM MASYARAKAT

Konflik mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar. Dalam hal ini terdapat tiga elemen dasar yang merupakan ciri dari situasi konflik, yaitu :
1.    Terdapat dua atau lebih bagian yang terlibat dalam konflik
2.    Memiliki perbedaan yang tajam dalam, kebutuhan, tujuan, masalah, sikap, maupun gagasan-gagasan.
3.    Terdapat interaksi diantara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan.

Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengan kebencian atau permusuhan, konflik dapat terjadi pada lingkungan:
1.    Pada taraf di dalam diri sendiri
2.    Pada taraf kelompok
3.    Pada taraf masyarakat

Adapan cara pemecahan konflik tersebut adalah sebagai berikut:
1.    Elimination
2.     Subjugation atau Domination
3.    Majority Rule
4.    Minority Consent
5.    Compromise
6.    Integration

4.          GOLONGAN-GOLONGAN YANG BERBEDA DAN INTEGRASI SOSIAL

1.       Masyarakat Majemuk dan Nation Indonesia

Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kekuatan nasional yang berwujud Negara Indonesia. Masyarakat majemuk itu dipersatukan oleh sistem nasional yang mengintegrasikannya melalui jaringan-jaringan administrasi pemerintahan, politik, ekonomi dan sosial. Untuk lebih jelasnya dikemukakan aspek dari kemasyarakatan tersebut:
·     Suku Bangsa san Kebudayaannya
·     Agama
·     Bahasa
·     Nation Indonesia

2.       Integrasi

Masalah besar yang dihadapi Indonesia setelah merdek adalah integrasi diantara masyarakat yang majemuk. Integrasi bukan peleburan, tetapi keserasian persatuan. Masyarakat majemuk tetap berada pada kemajemukannya, mereka dapat hidup serasi berdampingan seperti yang tertulis pada Lambang Negara yaitu "Bhinneka Tunggal Ika", yang memiliki makna "berbeda-beda tetapi tetap merupakan kesatuan". 

3.       Integrasi Sosial 

Diartikan adanya kerja sama dari seluruh anggota masyarakat mulai dari individu, keluarga, lembaga masyarakat secara keseluruhan. Ini akan terwujud apabila mampu mengendalikan prasangka yang ada di masyarakat sehingga tidak terjadi konflik, dominasi, tidak banyak sistem yang saling melengkapi dan tumbuh integrasi tanpa paksaan.

4.       Intgrasi Nasional

Integrasi Nasional merupakan masalah yang dialami semua negara di dunia, yang berbeda adalah bentuk permasalahan yang dihadapinya. Menghadapi masalah integrasi sebenarnya tidak memiliki kunci yang pasti karena masalah yang dihadapi berbeda dan latar belakang sosio-kultural nation state berbeda pula, sehingga integrasi diselesaikan sesuai dengan kondisi negara yang bersangkutan, dapat dengan jalan kekerasan atau strategi politik yang lebih lunak. Beberapa permasalahan Integrasi Nasional
·     Perbedaan Ideologi
·     Kondisi masyarakat yang majemuk
·     Masalah territorial daerah yang berjarak cukup jauh
·     Pertumbuhan partai politik

 




Menurut Saya : Dalam kehidupan masyarakat sering terjadi konflik mulai dari konflik yang terjadi dalam lingkungan keluarga hingga konflik yang terjadi dalam partai politik. Konflik tersebut itu timbul karena setiap manusia mempunyai sikap, tujuan, dan kepentingan yang berbeda – beda yang kadang sulit untuk disatukan sehingga konflik ini timbul. Terlebih pada saat sekarang sering kita dengar dalam partai politik. Dalam hal ini konflik tersebut timbul karena masyarakat yang terlibat di dalamnya mempunyai sikap pikiran, gagasan, tujuan yang berbeda –beda untuk membesarkan partainya. Tidak jarang masyarakat yang terlibat dalam partai politik dapat menyatukan satu sma lain demi kepentingan atau tujuan mencapai suatu kekuasaan. Oleh karena itu di perlukan suatu cara bagaimana menyatukan perbedaan –perbedaan tersebut menjadi satu kesatuan tujuan, sehingga tidak terjadi konflik.

Categories:

Leave a Reply